Memuat...



Langkah awal mengurangi karbon dimulai dari menghitung emisi karbon pribadi kita beberapa banyak tiap tahunnya. Caranya mudah, tinggal masukin data aktivitas harian mulai dari pilihan transportasi, penggunaan listrik dan peralatan elektronik, serta pilihan menu makan.
Hasil hitungannya bisa dilihat langsung. Kamu juga bisa membandingkan emisi kamu dengan rata-rata orang Indonesia, ASEAN, Global, atau bahkan dengan teman kamu yang juga mencoba kalkulator EduTera.
Namun,
Mengapa Polusi Udara Indonesia Sangat Tinggi?
Penyebab utama polusi udara yaitu
EMISI GAS
dari sektor
transportasi
Sektor pendukung polusi udara yaitu
PEMBAKARAN SAMPAH
dari emisi
rumah tangga
Cari tau lebih lanjut

DAMPAK POLUSI UDARA
Jika tidak ditindak lanjuti, maka akan berbahaya bagi kita masyarakat dan membuat lingkungan tidak nyaman di huni.
Polusi udara dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit pernapasan, mulai dari asma, bronkitis, hingga kanker paru-paru. Anak-anak, ibu hamil, dan lansia yang paling rentan terdampak kualitas udara yang buruk.
Pencemaran udara tidak hanya mencemari udara yang kita hirup, tetapi juga merusak ekosistem, mencemari tanah dan air, serta mempercepat laju perubahan iklim yang memicu bencana alam dan cuaca ekstrem.
Tingginya polusi udara berdampak pada meningkatnya biaya kesehatan masyarakat. Selain itu, produktivitas kerja menurun karena tingginya angka sakit akibat kualitas udara yang buruk.
Mengurangi emisi karbon memberikan dampak positif bagi dunia, mulai dari udara yang lebih bersih dan sehat, iklim yang lebih stabil, hingga alam yang lebih terlindungi dari kerusakan. Selain itu, gaya hidup rendah karbon juga mendorong pola hidup yang lebih sehat, seperti konsumsi makanan nabati dan penggunaan transportasi ramah lingkungan.
Konsentrasi gas karbondioksida yang tinggi menyebabkan panas terperangkap di atmosfer karena menyerap radiasi matahari dari permukaan bumi. Akibatnya, suhu bumi meningkat dan udara terasa makin panas dari tahun ke tahun. Mengurangi emisi dari aktivitas kita adalah langkah nyata untuk mencegah pemanasan global.
Bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, kekeringan, dan angin topan semakin sering terjadi akibat pemanasan global. Fenomena ini dipicu oleh gangguan pada atmosfer bumi akibat emisi gas rumah kaca seperti karbon dioksida. Jika tidak dikendalikan, intensitas dan frekuensi bencana akan terus meningkat di masa depan.
Emisi gas karbon dari aktivitas manusia memicu pemanasan global dan perubahan iklim, seperti kekeringan panjang atau hujan ekstrem yang menyebabkan banjir dan longsor. Jika terus dibiarkan, ketersediaan air bersih bisa terganggu. Dengan mengurangi emisi, kita turut menjaga ketahanan air bersih untuk masa depan.
Konsentrasi gas karbondioksida yang tinggi menyebabkan panas terperangkap di atmosfer karena menyerap radiasi matahari dari permukaan bumi. Akibatnya, suhu bumi meningkat dan udara terasa makin panas dari tahun ke tahun. Mengurangi emisi dari aktivitas kita adalah langkah nyata untuk mencegah pemanasan global.
Langkah-langkah kecil yang kamu lakukan hari ini, seperti mengurangi penggunaan kendaraan pribadi atau beralih ke energi terbarukan, adalah investasi untuk bumi yang lebih lestari bagi anak cucu kita.

Dengan adanya emisi karbon di Indonesia yang berdampak cukup signifikan, kami memberikan beberapa solusi untuk mencapai tujuan kami yaitu meminimalisir jejak karbon: langkah mudah gaya hidup berkelanjutan. Mari mulailah jejak perjalanan yang ramah lingkungan dengan berkontribusi yang baik.

Selasa, 26 November 2025
Indonesia telah berhasil menurunkan emisi karbon bahan bakar fosil menjadi 733,2 juta ton pada 2023.

Jumat, 6 Juli 2025
Target NDC Indonesia dalam Konferensi Para Pihak/Conference of the...

Kamis, 10 April 2025
Upaya pengurangan emisi karbon dapat dimulai dari angkutan logistik. Peran...

Kamis, 5 Juni 2024
Kementerian Perhubungan Republik...

13 Desember 2024
Global Carbon Budget melaporkan emisi karbon dari bahan bakar fosil diperkirakan mencapai rekor tertinggi pada 2024.

15 Agustus 2024
Presiden Joko Widodo menunda berkantor di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Juli 2024 lalu, salah satu yang...

06 Desember 2024
Laporan terbaru dari tim ilmuwan Global Carbon Project menyebutkan Indonesia jadi salah satu dari sepuluh...

24 Juni 2025
Mimpi Indonesia merealisasikan target netralitas karbon pada tahun 2060 perlahan mulai muncul. Upaya ...

28 Januari 2025
Pengamat transportasi Ki Darmaningtyas menyebut sarana transportasi massal menjadi solusi untuk menekan emisi...

16 Mei 2025
Emisi karbon dioksida (CO2) hanya mencakup pembakaran bahan bakar fosil (batu bara, minyak, dan gas)...

1

Melalui game seru ini, kamu bisa belajar cara menjaga lingkungan dengan cara yang menyenangkan dan interaktif. Mulai dari memilah sampah sesuai dengan jenisnya, hingga mengurangi sampah. Semua bisa kamu lakukan di dalam permainan.
Tak hanya menghibur, game ini juga mengajakmu untuk lebih peduli terhadap bumi tempat kita tinggal. Jadi, tunggu apa lagi? Ayo main dan jadi pahlawan lingkungan dari sekarang!

1
Salah satu sumber emisi karbon terbesar berasal dari kendaraan bermotor. Untuk menguranginya, biasakan berjalan kaki, bersepeda, atau menggunakan transportasi umum ketika bepergian. Jika memungkinkan, gunakan kendaraan listrik atau berbagi kendaraan dengan orang lain (carpool) agar jumlah kendaraan di jalan berkurang.

2
Penggunaan listrik sehari-hari juga berkontribusi pada emisi karbon. Matikan lampu, televisi, atau peralatan elektronik lain ketika tidak digunakan. Gantilah lampu biasa dengan lampu LED yang lebih hemat energi dan tahan lama. Jika ada kesempatan, gunakan energi terbarukan seperti panel surya agar konsumsi energi lebih ramah lingkungan.
3
Sektor peternakan, terutama sapi, menyumbang emisi gas rumah kaca yang cukup besar. Mengurangi konsumsi daging merah dan beralih ke lebih banyak sayuran (plant-based diet) sangat membantu menurunkan jejak karbon. Anda bisa memulai dengan "Satu Hari Tanpa Daging" dalam seminggu sebagai langkah awal.
4
Sampah yang menumpuk di tempat pembuangan dapat menghasilkan gas metana, yang lebih berbahaya dari karbon dioksida. Oleh karena itu, biasakan mengurangi penggunaan barang sekali pakai, menggunakan kembali barang yang masih layak, serta memilah sampah untuk didaur ulang. Langkah kecil ini dapat membantu menekan jumlah emisi dari sampah.
5
Produksi dan distribusi air bersih membutuhkan energi yang tidak sedikit, sehingga penggunaannya juga berhubungan dengan emisi karbon. Untuk itu, gunakan air seperlunya, matikan keran ketika tidak digunakan, dan segera perbaiki kebocoran. Menghemat air berarti juga ikut menghemat energi.
6
Pohon adalah penyerap karbon alami yang sangat efektif. Menanam pohon atau tanaman hijau di rumah, pekarangan, atau lingkungan sekitar dapat membantu mengurangi karbon dioksida di udara. Selain bermanfaat bagi lingkungan, tanaman juga memberikan suasana sejuk dan menambah keindahan.
Lewat EduTera, kita bangun masa depan yang lebih hijau, satu aksi kecil setiap hari. Setiap langkah kecil kita untuk lingkungan adalah harapan besar bagi generasi mendatang.
Kami adalah pengembang website dari SMK Negeri Mandiri 26 Jakarta yang mengikuti perlomba FICPACT CUP
Copyright © 2026 Bakso Tanpa Kuah